·
Menurutnya pembahasan tentang kosakata
dan maknanaya telah termuat dalam ruang lingkup ilmu kosa kata proses transfer
dari bahsa lisan ke bahasa tulisan
menuntut para penutur bahasa ngembangkann ilmu tentang mana(semntik) untuk
memahami kosakta lama maupun baru yang ada di dalam bahasa mereka .interpretasi
dan studi kosakta itu lebih dikenal dengn ilmu kosakta pada thapan selanjutnya,
hasil kajian dan penelitian dari ilmu kosakta pada tahpab selanjutnya, hasil
kajian dan penelitian dati ilmu kosakata,terutama yang telah maupun yang akan
dikodifikas ke dalam sebuah kamus, melahirkan ilmu leksikolgi .
Semantic dan
leksikografi merupakan bagian dari cabang ilmu lingustic yang tidak dapat kita
pisahkan dan merupakan bagian dari ilmu lingustic terapan tanpa danya seni
leksikografi ,leksikologi hanya terikat pada kajian teorititas dan perdebatan
tentang maknaan kata tanpa bisa mmenghasilkan produk berupa kamus bahasa yang
berkualitas, sedangkan sedangkan tujuan kita untuk membaca dan terjemahan adalah
ngin endapatkan makna dalam sebuah kata
baik secara lissan maupun tulisan, maka dari itu saya akan membahas
kajian dii blog saya dan saya harapkan agar dapat membantu pembaca .
Oky guys saya
akan menjelaskan apa itu leksikologi dan kaitanya dengan leksikografi
Leksikologi
dan leksikografi
Leksikologi dan
leksikografi dalah ilmu kosa kata adalah ilmu ang mmembahas tentang kosa kata
dan maknanaya dalam sebuah bahas atau beberapa baahsa . imu emperioritaskan
kajianya dalam hal dervasi kata, struktur kata,makna kosa kta ideom-ideom-ideom,
sinonim,dan polisme.
Dengan pengertian
diatas berati tidak membedakan antara istilah ilmu leksikologi dan ilmu
kosakata , kajan kedua bidang tersebut adalah sama . dengan kata lain, ilmu
leksikologi bertujuan untuk menganalisis kosakata , memahami dan menafsirkkn
makna kata hingga ke tahap merumuskan makna kosakata yang baku dan fushah dan
layak dimasukan kedalam kamus makna sebuah kata yag tercantum dalam kamus
disebut dengan “makna leksikon”
Sedangkan leksikografi
adalha pengetahuan dan seni menyusun kamus-kamus bahsa dengan menggunakan sistematika
tertentu untuk menghasilkan produk kamus yang berkualitas, mudah dan lengkap. Antara
leksikologi dan leksikografi tidak bisa dipisahkan .leksikologi tanpa
leksikografi tidak akan menghasilkan sesuah produk yang baik, benar. Sebaliknya
leksikografi tanpa leksikologi juga hanyay dapat melahirkan kamus-kamus yang
tidak sempurna dalam mengungkapkan makna kosakata . akan tetapi ilmu
leksikolografi sebagai-bagian dari ilmu lingustik terapan yang lebih memrlukan
hasil-hasil kajian atau penelitian dari leksikolgi dalam upaya mewujudkan kamus
yang baik, benar ,lengkpa dan memudahka pembaca , karena itu , ilmu leksikologi
lebih umum dari pada ilmu leksikografi .
Munculnya perbedan
antara leksikologi dan leksikografi , tidak lepas dan pandang para pakar
lingustik yang telah membagi ilmu lingustic menjadi dua agian yaitu ilmu
lingustik murni dan ilmu lingustic terapan.adanya pembagian ilmu lnguistic in,
jelas berpengaruh dalm memisahkan antara leksikologi dan leksikografi
Menurut Hilmy
khail leksikologi adlah kajian teoritis tentang makna leksikal dalam sebuah
kamus yang bahsnya meliputi: karakteristiik kosakata, komonennya, perkebangan
maknanya dan lain sebagainya. Karena itu , leksikologi terkadang juga
digolongkan seabgai bagian dari ilmu semantic karena memang topik kajian dan
kedua bidang studi tersebut hampir sama.
Hanya saja cakupan leksikologi lebih terbatas pada perwajahan kamus dan
hal-hal yang berhubungan dengan isi kandunga kamus.
Sedangkan leksikografi
adalah bagian dari lingustic terapan yang membahas tentang seni dan teknik
menyusun kamus, pemilihan kata serapan, penentuan definisi kata, bhasan tentang
kelengkapan kompenan kamus, dan infrmasi lain yang fungsiya memberi pemahaman
yyang benar dan mudah tentang makna kosakata kepad penggunan kamus, sepertri
pemakaian gambar, peta,tabel, contoh penggunaan kata dalam kalimat dan
sebagainya sehingga perwajahan kamus dan sempurna
Secara teknis
menjelaskan, bahwa leksikografi adalah ilmu yang membahs tentang lima langkah
utama dalam menyuusun sebuah kamus yaitu:
1. .mengumpulkan
data (kosa kata)
2. Memilih pendekatan
dan metode penyusuna kamus yang akan ditempuh
3. Menyusun kt
sesuai dengan sistematika tertentu,
4. Menulis materi
5. Mempublikasikan
hasil kodifakasi bahsa atau kamus tersebut
menurut Tarigan (1985 : 2) menyatakan bahwa kualitas keterampilan
berbahasa dan berkomunikasi bergantung pada kualitas dan kuantitas kosakata
yang dimiliki oleh seseorang. Pemahaman berarti kesanggupan memahami dan
menggunakan sesuatu (Depdikbud, 1993 : 48). Pemahaman bukan hanya sebatas
kesanggupan dalam memahami, melainkan mencakup ingatan, penerapan, analisis,
sintesis, dan evaluasi. Dengan kata lain, pemahaman berkaitan dengan aspek
kognitif (Nurgiantoro, 1987 : 24).Dari uraian pengertian dan pemahaman di atas
penulis dapat menyimpulkan bahwa pemahaman kosakata adalah suatu kegiatan dimana
seseorang lebih menitikberatkan pada pemahaman kosakata, sehingga dapat
memudahkan dalam mendapatkan informasi di dalam sesuatu bacaan
Penulis berasumsi Seseorang yang memiliki pemahaman kosakata yang baik
maka akan dengan mudah dalam menangkap informasi dalam suatu bacaan. Di dalam
membaca pemahaman dituntut adanya pemahaman kosakata, karena dengan pemahaman
kosakata seseorang akan mudah memahami isi bacaan dan akan mudah pula dalam
mengungkapkan kembali informasi apa yang telah dibacanya.
Pemahaman kosakata merupakan salah satu faktor penunjang di dalam membaca
pemahaman. Semakin tinggi pemahaman kosakata seseorang, maka kemampuan
membacanya akan sangat tinggi. Begitu pula sebaliknya, jika seseorang kurang
memahami kosakata, maka akan mengalami kesulitan dalam memahami isi bacaan dan
sekaligus akan sulit pula dalam
mengungkapkan isi bacaan.
Langkah-langkah pengjaran kosakata
Di antara alternatif pengajaran kosakata dengan system
terpisah adalah sebagai berikut :
1. Guru mengucapkan kata baru beberapa
kali
2. Guru menuliskan kata itu di papan
tulis dengan harakat lengkap
3. Guru rnenjelaskan makna kata dengan
teknik yang sesuai
4. Guru mcnggunakan kata itu dalam
kalamat untuk memperjelas fungsi gramatikalnya.
·
Siswa
rnengulang-ulang kalimat yang mengandung kata baru itu secara klasikal,
kelompok dan individual untuk kosa kata tersebut
·
siswa
dituntut untuk memperhatikan bentuk tulisannya
Guru menuliskan makna kata di papan tulis dan menulis kalimat yang mernperjelas
penggunaan kata itu
·
Siswa
membaca daftar kosakata baru yang tertulis di papan tulis
·
Siswa
menyalin kata baru di buku tulis,
berrikut makna dan contoh
penggunaannya dalam dari 9 langkah tersebut jelaslah bahwa:
·
siswa menyimak model pengucapan sebelum
dituntut melafalkanya
·
Siswa
mengulag-ulang pengucapan kata baru setelah memahami maknanya, bukan sebelum
memahami maknanya.
Prosedur pengajaran
kosakata bersiafat komprehensif siswa mengulang-mengulang kosakata baru didalam
konteks, bukan dalam bentuk kosakta lepas
Selanjutnya, Terjamah adalah
menyalin (memindahkan) suatu bahasa ke bahasa lain; mengalihbahasakan. Dalam
pembelajaran Tarjamah maka para siswa akan belajar bagaimana proses
penerjemahan. Dan Penerjemahan adalah pemindahan pesan teks bahasa sumber
ke bahasa sasaran, bukan pemindahan struktur bahas sumber ke
bahasa sasaran. Dalam petunjuk-petunjuknya mengenai menerjemahkan
juga menunjukan adanya tiga tahap
dalam proses penerjemahan:
Bacalah dengan tuntas karanga dua atau tiga kali untuk memperoleh suatu
pemahaman yang jelas mengenai arti umum dari seluruhnya maupun
hubungan-hubungan dari bagian-bagianya
Seorang penerjemah terlebih dulu
harus mengetahui jenis kamus. Berdasarkan kategori temanya, kamus sendiri
terbagi menjadi dua. Pertama, kamus kosakata. Kamus jenis ini biasanya hanya
menyediakan padanan atau sinonim pada tema terkalt. Kedua, kamus istilah. Kamus
jenis ini berisi penjelasan lebih rinci terkait dengan tema tertentu yang
disesuaikan pada bidang apa yang menjadi fokus perhatian kamus tersebut.
Berdasarkan bahasa yang digunakan untuk memberi makna, kamus terbagi menjadi
tiga:
1.
kamus
ekabahasa;
2.
kamus
dwibahasa;
3.
kamus
multibahasa
jenis-jenis kamus agar mendapat gambaran umum tetang
berbagai kamus sebagai berikut :
1.
Kamus
ensiklopedik atau ensiklopedi adalah kamus yang paling besar dan terutama
sekali memusatkan perhatian pada denotata kesatuan-kesatuan leksikal atau
kata kata.
2.
Kamus
diakronik terutama memusatkan perhatian pada sejarah, dengan perkembangan
kata-kata (kesatuan-kesatuan leksikal), baik yang berkaitan dengan bentuk, baik
yang berkautan dengan makna.
3.
Kamus
historis memusatkan perhatian pada perubahan-perubahan yang terjadi, baik dalam
bentuk maupun dalam makna suatu kata (kesatuan leksikal) dalam suatu jangka
waktu sejarah.
4.
Kamus
etimologis memusatkan perhatian pada asal usul kata; dapat dikatakan menggarap
prasejarah kata kata.
5.
Kamus
sinkronik mempunyai tujuan utama untuk menggarap persediaan leksikal suatu
bahasa pada suatu masa tertentu atau pada satu tahap
perkembangannya.
6.
Kamus umum adalah kamus yang berisi
segala kata dalam suatu bahasa beserta maknanya.
7.
Kamus
khusus adalah kamus yang garapan atau cakupannya terbatas pada suatu bidang
saja.
8.
Kamus
kata-kata asing adalah semacam kamus khusus yang menangani kata-kata pinjaman
atau kata pungut yang berasal dari bahasa asing.
9.
Kamus
singkatan adalah semacam kamus khusus yang memeusatkan perhatian pada kata-kata
telekskopis, dan singkatan-singkatan yang lazim dipakai dalam
suatu bahasa.
10. Kamus ideologis atau kamus sinonim
adalah sejenis kamus terbatas yang memusatkan perhatian pada padananan kata ;
kata-kata yang sama atau yang sama maknannya; atau pada istilah-istilah yang
mempunyai hubungan simantis.
11. Kamus sistematik memusatkan
perhatian pada kata-kata yang berhubungan secara semantic dalam
kelompok-kelompok yang berdaraskan bidang-bidang onomasiologis dan di dalamnya
berdasar pada struktur struktur gagasan.
12. Kamus deskriptis-standard dapat digolongkan sebagai kamus
deskriptis bahasa nasional standar, seperti yang dipakai pada batas waktu saat
kamus itu disusun dan diharapkan akan dipakai untuk beberapa lama setelah
penerbitan kamus tersebut
13. Kamus deskriptis keseluruhan, kamus
ini berbeda dari kamus deskriptis standar, yaitu :Memberikan jauh lebih banyak
daripada bahasa nasional standar.Kamus ini tidak menggarap kata-kata masa
depan.
14. Kamus ekabahasa atau kamus
monolingual adalah kamus yang menyajikan satu bahasa saja dan .Kamus dwibahasa
atau kamus bilingual adalah kamus yang menyajikan dua bahasa.
15. Kamus aneka bahasa atau kamus bahasa
multilingual adalah kamus yang menyajikan lebih dari dua bahasa.
.